Perbedaan UNION dan UNION ALL pada SQL

Tinggalkan Komentar

Untuk menggabungkan isi dari dua tabel atau lebih sering kita menggunakan UNION. Namun sesungguhnya di SQL terdapat dua jenis UNION, yaitu UNION dan UNION ALL. Secara gambar himpunan dapat kita lihat perbedaan seperti dibawah:

UNION

UNION

UNION ALL

UNION ALL

Dari gambar di atas dapat kita ketahui bahwa pada UNION data yang sama akan ditampilkan satu kali saja. Namun pada UNION ALL data yang sama akan tetap ditampilkan. Berikut contoh di Query mySQL:

Untuk UNION:

SELECT nama_data FROM data_baru WHERE status = 'ok'
UNION
SELECT nama_data FROM data_lama WHERE status = 'ok'

sedangkan isi dari tabel data_baru  adalah sebagai berikut:

id nama_data status
1 Data 1 failed
2 Data 2 failed
3 Data 3 ok
4 Data 4 ok

Dan isi dari tabel data_lama adalah sebagai berikut:

id nama_data status
1 Data 1 failed
2 Data 2 failed
3 Data 3 ok
4 Data 4 ok

Dan ketika kita menggunakan query UNION hasilnya:

nama_data
Data 3
Data 4

Untuk UNION ALL query nya sebagai berikut:

SELECT nama_data FROM data_baru WHERE status = 'ok'
UNION ALL
SELECT nama_data FROM data_lama WHERE status = 'ok'

Untuk isi tabel data_baru dan data_lama sama dengan di atas, maka saat dilakukan query tersebut, hasilnya adalah sebagai berikut:

nama_data
Data 3
Data 3
Data 4
Data 4

Semoga bermanfaat dan menjadi catatan kami.

Corat-coret 06 – jquery.live()

Tinggalkan Komentar

Dengan menggunakan jquery.live():

$(".tombol_dgn").live("click", function(){
$('#dgn_live').after("<button class='tombol_dgn'>Tombol dengan live</button>");
});

Dengan menggunakan jquery.click():

$(".tombol_bkn").click(function(){
$('#bkn_live').after("<button class='tombol_bkn'>Tombol tanpa live</button>");
});

Skrip lengkap untuk demo:

<html>
<head>
<title>Live Jquery</title>
<script src='jquery.js' type='text/javascript'></script>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function(){
$(".tombol_dgn").live("click", function(){
$('#dgn_live').after("<button class='tombol_dgn'>Tombol dengan live</button>");
});

$(".tombol_bkn").click(function(){
$('#bkn_live').after("<button class='tombol_bkn'>Tombol tanpa live</button>");
});
});
</script>
</head>
<body>
<div id='dgn_live'>
<button class='tombol_dgn'>Tombol dengan live</button>
</div>
<div id='bkn_live'>
<button class='tombol_bkn'>Tombol tanpa live</button>
</div>
</body>
</html>

Lihat Demo

Catatanku untuk penulisan kode php

Tinggalkan Komentar

Penulisan kode sumber php harus standard, karena memang sudah ada standard yang mengaturnya. Tujuannya adalah agar kode sumber php tersebut mudah dibaca oleh programmer lain selain programmer yang membuat. Standard penulisan kode tidak hanya ada di dunia PHP namun juga didunia bahasa pemrograman lain, menurutku karena keahlian memrogram adalah hal teknis, dan hal teknis selalu memiliki standard agar bersifat global apalagi kode sumber tersebut merupakan kode sumber terbuka (open source). Selain mudah dibaca oleh programmer lainnya kode sumber kita juga terlihat rapi. Kami akan menyampaikan beberapa standard penulisan kode sumber yang kami ketahui, antara lain:

- Penamaan Class

Contoh yang benar:


class GeneralLedger {
   function __construct(){

   }
}

class General_Ledger{
   function __construct(){

   }
}

Contoh yang salah:

class generalledger {
    function __construct(){

    }
}

- Penamaan Private dan Public Method

Contoh yang benar (Private):

_purchase_order()
{

}

Contoh yang benar (Public):

purchase_order()
{

}

- Penamaan Function

Contoh yang benar:

function get_picture()
function init_camera()

Contoh yang salah:

function initcamera()
function initCamera()
function getpicturejpeg()
function getPictureJpeg()
function get_picture_jpeg_from_camera()

- Penamaan Variable

Contoh yang benar:

for ($j = 0; $j < 10; $j++)
$str
$temporary
$user_id
$last_page

Contoh yang salah:

$j = 'foo';
$Str
$bufferedText
$groupid
$name_of_last_city_used

- Penamaan Konstanta

Contoh yang benar:

MY_CONSTANT
NEWLINE
SOFTWARE_FULL_VERSION

Contoh yang salah:

mYConstant
newline
SOFTWARE_full_version

- Penulisan TRUE, FALSE dan NULL

Contoh yang benar:

if ($payment == TRUE)
$credit = FALSE;
function set_payment($payment = FALSE)

Contoh yang salah:

if ($payment == true)
$credit = false;
function set_payment($payment = false)

 

Itu adalah beberapa standard penulisan kode sumber php yang kami ketahui, semoga bermanfaat disaat kami lupa.

Import Project SVN [eclipse] dari Repository

Tinggalkan Komentar

Melanjutkan tulisan berjudul Subversive Eclipse, setelah subversive eclipse terinstall selanjutnya adalah melakukan import project svn dari repository svn server. Berikut langkah-langkahnya:

Import Project SVN dari Repository

  • Buat Project baru di File > New > PHP Project.
pilih berkas

Membuat project baru

  • Pilih folder yang akan digunakan sebagai folder project.
Pilih Folder

Pilih folder

Pilih Folder

Pilh Folder

  • Setelah project tercipta, klik kanan pada project, pilih Import.
Pilih project > import

Pilih project > import

Pilih SVN Project

Pilih SVN Project

  • Pilih “Use existing repository location:”.
Pilih "Use existing repository location:"

Pilih "Use existing repository location:"

  • Pilih repository yang dikehendaki. Klik Next. Klik Finish.
Pilih "Use existing repository location:"

Pilih "Use existing repository location:"

  • Maka akan keluar window Check Out As, pilih “Check out as a folder into existing project”.
pilih "Check out as a folder into existing project"

pilih "Check out as a folder into existing project"

  • Klik Next, Pilih project yang dikehendaki untuk di import source dari SVN server/repository.
Pilih project yang dikehendaki untuk di import source dari SVN server/repository

Pilih project yang dikehendaki untuk di import source dari SVN server/repository

  • Klik Finish. Tunggu beberapa saat karena eclipse sedang men-check out source.
Tunggu beberapa saat karena eclipse sedang men-check out source

Tunggu beberapa saat karena eclipse sedang men-check out source

Hasilnya

Hasilnya

Cara Lainnya:

  1. Klik kanan di Tab Workspace. Pilih “Import…”, kemudian keluar window Import, pilih folder SVN > Project from SVN.
  2. Klik Next, pilih “Use existing repository location:” dan pilih svn repository yang dikehendaki.
  3. Klik Next, Pilih Head Revision, Klik Next.
  4. Klik Finish.
  5. Muncul window “Check Out As”.
  6. Pilih “Check out as a project with the name specified:”, masukkan nama project yang digunakan untuk source dari svn repository ini. Klik Next.
  7. Hilangkan centang “Use default workspace location”, kemudian pilih lokasi folder yang dikehendaki.
  8. Klik Finish. Tunggu proses yang sedang berlangsung.

Selesai, walhamdulillah.

Subversive Eclipse

1 Komentar

Setelah instalasi SVN server, maka para programmer (pengguna eclipse) untuk dapat “kerja bareng” perlu memasang subversive di mesinnya. Berikut cara instalasi subversive eclipse di mesin linux Slackware dan Ubuntu:

Instalasi Subversive di Eclipse

Langkah 1 - Memasukkan link subversive

Langkah 2 - Tekan tombol Add untuk menyimpan URL subversive

  • Lakukan pencarian dengan kata kunci “subversive”, lihat gambar agar lebih jelas.

Langkah 3 - Hasil Pencarian dengan kata kunci "subversion"

  • Maka akan keluar beberapa hasil pencarian salah satunya adalah “Collaboration”, centang Collaboration dan subnya.

  • Kemudian klik Next, Next lagi, dan pilih “I Accept the term … “.
  • Kemudian klik Finish.

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.