Kau Layak Dipuji atau Dikasihani?

oleh Jarot Bin Narto pada 18 Agustus 2011 jam 16:19

di samping kalian ada seorang ibu?

sudahkah engkau ajari dia bagaimana cara berwudhu?

jika belum,kenapa kalian lelah2 mencari mad’u?

untuk membesarkan nama "jemaahmu"?

Di sampingmu,masih adakah seorang ayah?

sudahkah kau tuntun dia tentang akidah?

sudikah kau sedikit lelah

mengajari dia ibadah

untuk membalas dia yang besusah payah

membesarkan kalian tanpa upah?

Di sisimu adakah seorang saudara?

sudahkah kau ajari ia mengenal Allah nya?

jika belum kau ajari dia

kenapa kau sibuk merangkai massa?

atau sibuk menebar pesona?

ayolah,kuajak kau berpikir waras

jika kau selamat lalu mereka tergilas

akankah itu dinamakan keberhasilan yang pantas?

atau kebodohan yang terlalu jelas?

merekalah hidupmu

lenteramu

darah dan benihmu

lalu kau sibuk dengan sekelilingmu

lalu lupa pada keluargamu?

ayolah,kita berfikir sehat

jangan menjadi pahlawan yang sok kuat

jika keluarga sendiri belum terawat

aku lebih senang mengenalmu sebagai orang biasa

tapi sukses mengawali dari keluarga

bahagia membangun biduk dalam ajaranNYA

kaffah aqidahnya,bagus ibadahnya,terpuji muamalahnya

dan aku tertawa melihatmu dengan sederet puji

ustadz,murobbi,da’i atau tholibul ilmi

tapi keluargamu sholat aja tak ngerti

engkau adalah miskin yang layak disantuni

bukankah begitu,wahai pemilik hati?

Jazahullahu khoir kpd Akhiy/Ust Jarot

One thought on “Kau Layak Dipuji atau Dikasihani?

Silahkan Komentar ... !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s