Kategori: Linux Application

Konversi file pdf menjadi png

Untuk melakukan perubahan dari file pdf ke png di sistem operasi linux, bisa menggunakan software convert. Jika sistem operasi belum terpasang software convert maka harus diinstall terlebih dahulu, karena kami menggunakan GNU Linux Ubuntu maka convert masuk dalam paket imagemagick, maka untuk mendapatkan software convert harus menginstall software imagemagick, caranya adalah

sudo apt-get install imagemagick

Selanjutnya bisa digunakan untuk konversi file pdf menjadi file png, dengan perintah:

convert -density 150 file.pdf -quality 90 output.png

 

Semoga bermanfaat

Iklan

Beberapa Perangkat Lunak untuk Membantu Pekerjaan

Bismillaah,

  1. Skype : komunikasi secara text, video, kirim file, berbagi layar dan lain-lain.
  2. Teamviewer : remote desktop rekan kerja / klien dan untuk presentasi pekerjaan.
  3. Dropbox : media simpan online.
  4. Pocket : menyimpan artikel-artikel penting untuk dibaca di kemudian waktu.
  5. Evernote : mencatat segala sesuatu (foto, file, suara, text).
  6. Todo List: Wunderlist
  7. ImTranslator (versi web) / trs (versi terminal) : penerjamah kata yang tidak diketahui.
  8. Terminal
  9. Grafik : Inkscape dan GIMP
  10. Mockup, Sketsa, dan Skema: Evolus pencil, yEd, dan Freemind
  11. Code Editor: Sublime Text 2, Qt Creator dan Vim
  12. FileZilla
  13. Firefox dan Google Chrome

Semoga bermanfaat

Perintah untuk mengetahui program/software yang sedang akses file tertentu

Mungkin dari kita pernah mengalami sewaktu me-copy file, me-install software atau me-remove software di linux muncul pesan kesalahan bahwa file tertentu sedang digunakan oleh program lain, dan proses tersebut tidak dapat dilanjutkan lagi. Sebagian dari kita juga sudah mengetahui untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan di linux bisa menggunakan perintah top atau ps -aux, namun jika perintah-perintah tersebut belum bisa menampilkan program apa saja yang sedang mengakses file tertentu, maka kita bisa menggunakan perintah-perintah berikut:


lsof path-file

fuser -v path-file

contoh penggunaan:


lsof /var/cache/debconf/config.dat

fuser -v /var/cahce/debconf/config.dat

Semoga bermanfaat.

Update ke repositori ubuntu old releases

Pada ubuntu versi lama misal 9.04, 9.10, 10.10 repository di pindahkan ke server archieve. Sehingga saat dilakukan install dan update akan mengeluarkan error:

E: Couldn’t find package … atau semisalnya.

Solusinya adalah ubah semua repositori ke repositori old releases, menggunakan skrip berikut:

sudo sed -i -e 's/archive.ubuntu.com/old-releases.ubuntu.com/g' /etc/apt/sources.list

kemudian lakukan update dan upgrade

sudo apt-get update && sudo apt-get dist-upgrade

Selesai

Belajar SCM (Source Code Management) Software : Git untuk pribadi (1)

Tentang SCM (Source Code Management)

Source Code Management software adalah software yang berfungsi mengendalikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pengembangan software. Salah satu aktivitas SCM adalah Revision Control, yaitu pengelolaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada artifak (dokumen, source code) oleh banyak programmer  dalam proses pengembangan software. Sedangkan software yang digunakan untuk membantu aktivitas Revision Control disebut dengan Version Control System (VCS). VCS dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:

  • Client-Server

Semua programmer harus tersinkronisasi pada server terpusat. Contoh: Subversion, SVN, dan CVS.

  • Terdistribusi (DRCS / Distributed Revision Control System)

Mirip dengan sistem peer-to-peer, sinkronisasi dilakukan dengan mempertukarkan patches-set antar peer. Contoh: git, mercurial, baazar dan lain-lain.

  • Lokal

Semua programmer harus berada pada komputer yang sama. Contoh:  RCS (Remote Control System) dan SCCS (Source Code Control System).

Git merupakan VCS dengan kategori DRCS (Distributed Revision Control System) yang awalnya dikembangkan oleh Linus Trovalds untuk pengembangan kernel Linux. Git merupakan proyek opensource dan dapat diperoleh di http://www.git-scm.org.

Selain install sendiri di lokal komputer, kita juga bisa memanfaatkan DRCS Source Code Hosting. Berikut beberapa DRCS Source Code Hosting yang bersifat bebas dan sering digunakan dalam project open source:

Kami memanfaatkan Atlassian Bitbucket (https://bitbucket.org) yang bersifat free baik untuk project private dan public selama jumlah user yang terdaftar tidak lebih dari 5 user. Sebelum menggunakan git secara remote kita harus bisa menggunakan git secara lokal terlebih dahulu, yaitu hanya satu orang programmer saja. Selanjutnya akan dibahas bagaimana menggunakan git untuk pribadi atau individu.

Git untuk pribadi / individu

Persiapan yang harus kita lakukan adalah instalasi git di komputer, pada OS Slackware 13.37 kami git telah terinstall secara default. Sedangkan di OS Ubuntu 10.04, git dapat diinstall dengan cara:

sudo apt-get install git-core
sudo apt-get install git-gui
suod apt-get install git-doc

Pada artikel ini kita akan belajar git untuk pribadi yaitu tidak ada kolaborasi / campur tangan programmer lain dalam mengembangkan software. Atau dengan kata lain programmer bekerja secara sendirian. Artikel ini mencakup beberapa aktivitas-aktivitas dasar dan penting dalam menggunakan git.

Inisialisasi User

Sebelum melakukan apapun dengan git sebaiknya kita mendaftarkan user-user yang akan menggunakan git. Untuk inisialisasi user gunakan perintah berikut:

$ git config --global user.name "Ibnu Kholid"

$ git config --global user.email "debipraharadika@gmail.com"

pada perintah di atas kita menambahkan user dengan nama Ibnu Kholid dengan emailnya debipraharadika@gmail.com.

Konfigurasi git dapat dilihat di direktori /$HOME/.gitconfig/, contoh isi dari .gitconfig:

[user]
blacknaml = Debi Praharadika
name = Ibnu Kholid
email = debipraharadika@gmail.com

Membuat Repositori

Membuat repositori adalah dengan membuat direktori baru, kita akan membuat direktori baru git_lokal di /media/box/Project/belajar_git/. Buka terminal, gunakan perintah mkdir untuk membuat direktori baru dan perintah cd untuk berpindah direktori.

mkdir /media/box/Project/belajar_git/git_lokal

cd /media/box/Project/belajar_git/git_lokal

Inisialisasi git dengan perintah git init

debi@blacknaml:/media/box/Project/belajar_git/git_lokal$ git init
Initialized empty Git repository in /media/box/Project/belajar_git/git_lokal/.git/

debi@blacknaml:/media/box/Project/belajar_git/git_lokal$

Insya ALLAH, bersambung …

Cara menonaktifkan autorun mysql, postgreesql, apache dan openssh di Slackware

System Startup Slackware

Program pertama yang dijalankan Slackware adalah file /etc/inittab, program ini berisikan skrip bash. File skrip ini menjalankan file skrip /etc/rc.d/rc.S, sebagai inisialisasi system (sysinit). Dan file rc.S memanggil beberapa file skrip lainnya untuk melengkapi proses init startup, diantaranya beberapa file-file skrip yang dijalankan adalah:

  • rc.S, 
  • rc.acpid, 
  • rc.hotplug, 
  • rc.modules,
  • rc.pcmcia, 
  • rc.serial, 
  • rc.sysvinit.

Sehingga jika kita menginginkan service tertentu dijalankan atau dihentikan pada saat init startup, maka yang menjadi rujukan adalah file skrip /etc/rc.d/rc.S. File skrip ini diprogram dengan menggunakan bahasa Shell, dan menjalankan file-file skrip shell lainnya. Untuk melakukan start sebuah program saat init startup, kita perlu membuat file skrip rc.X terlebih dahulu, kemudian disalin ke folder /etc/rc.d, dengan cara penamaan rc.nama_program. Pada tulisan ini kami tidak menjelaskan bagaimana membuat file skrip rc.
Setelah init system berhasil, maka selanjutnya Slackware melakukan inisialisasi runlevel. Runlevel dibedakan menjadi dua yaitu multiuser dan single user. File-file skrip terkait dengan inisialisasi runlevel antara lain:

  • rc.0 –> Halt (runlevel 0)
  • rc.4 –> Multi User GUI (runlevel 4)
  • rc.6 –> Reboot (runlevel 6)
  • rc.K –> Single User (runlevel 1)
  • rc.M –> Multi User CLI (runlevel 2 dan 3) 

Secara default Slackware berjalan pada runlevel 2 dan 3. Runlevel startup default dapat diganti menjadi runlevel 1, 2, 3 atau 4 dengan cara mengedit file /etc/inittab. File skrip ini berisi tentang pada runlevel berapa Slackware melakukan inisialisasi runlevel startup serta bagaimanakah slackware akan melakukan shutdown, reboot dan halt.

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Runlevel#Slackware_Linux

Cara menonaktifkan mysql, postgreesql, apache dan openssh

Tujuan kami menonaktfikan keempat service tersebut adalah menghemat resource komputer, , daripada service tersebut sia-sia berjalan karena tidak digunakan. Dan jika kita menginginkan salah satu atau lebih dari keempat service tersebut berjalan maka dapat kita lakukan secara manual. Dengan cara menjalankan perintah /etc/rc.d/rc.mysqld start, /etc/rc.d/rc.httpd start, /etc/rc.d/rc.postgresql start, dan /etc/rc.d/rc.sshd start di terminal.

Langkah-langkah menonaktifkan mysql, postgreesql, apache dan openssh adalah:

  •  Sebagai root / superuser edit file /etc/rc.d/rc.M.
  • Cari pada file tersebut, keyword rc.mysqld, rc.httpd, rc.postgresql.
# Start the MySQL database:
if [ -x /etc/rc.d/rc.mysqld ]; then
 . /etc/rc.d/rc.mysqld start
fi

# Start Apache web server:
if [ -x /etc/rc.d/rc.httpd ]; then
 . /etc/rc.d/rc.httpd start
fi

# Start PostgreSQL database:
if [ -x /etc/rc.d/rc.postgresql]; then
 . /etc/rc.d/rc.postgresql start
fi

berikan tanda komentar (#) pada awal baris teks ketiga service di atas. Maka skrip menjadi:

# Start the MySQL database:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.mysqld ]; then
# . /etc/rc.d/rc.mysqld start
#fi

# Start Apache web server:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.httpd ]; then
# . /etc/rc.d/rc.httpd start
#fi

# Start PostgreSQL database:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.postgresql]; then
# . /etc/rc.d/rc.postgresql start
#fi
  • Simpan file.
  • Karena openssh termasuk jenis service jaringan, maka file yang perlu diedit adalah file /etc/rc.inet2.
# Start the OpenSSH SSH daemon:
if [ -x /etc/rc.d/rc.sshd ]; then
 echo "Starting OpenSSH SSH daemon: /usr/sbin/sshd"
 /etc/rc.d/rc.sshd start
fi

ubah menjadi:

# Start the OpenSSH SSH daemon:
# if [ -x /etc/rc.d/rc.sshd ]; then
# echo "Starting OpenSSH SSH #daemon: /usr/sbin/sshd"
# /etc/rc.d/rc.sshd start
#fi
  • Simpan file.
  • Lakukan ujicoba dengan cara restart komputer. Apakah keempat service tersebut masih berjalan saat startup.