Tag: slackware

Cara menonaktifkan autorun mysql, postgreesql, apache dan openssh di Slackware

System Startup Slackware

Program pertama yang dijalankan Slackware adalah file /etc/inittab, program ini berisikan skrip bash. File skrip ini menjalankan file skrip /etc/rc.d/rc.S, sebagai inisialisasi system (sysinit). Dan file rc.S memanggil beberapa file skrip lainnya untuk melengkapi proses init startup, diantaranya beberapa file-file skrip yang dijalankan adalah:

  • rc.S, 
  • rc.acpid, 
  • rc.hotplug, 
  • rc.modules,
  • rc.pcmcia, 
  • rc.serial, 
  • rc.sysvinit.

Sehingga jika kita menginginkan service tertentu dijalankan atau dihentikan pada saat init startup, maka yang menjadi rujukan adalah file skrip /etc/rc.d/rc.S. File skrip ini diprogram dengan menggunakan bahasa Shell, dan menjalankan file-file skrip shell lainnya. Untuk melakukan start sebuah program saat init startup, kita perlu membuat file skrip rc.X terlebih dahulu, kemudian disalin ke folder /etc/rc.d, dengan cara penamaan rc.nama_program. Pada tulisan ini kami tidak menjelaskan bagaimana membuat file skrip rc.
Setelah init system berhasil, maka selanjutnya Slackware melakukan inisialisasi runlevel. Runlevel dibedakan menjadi dua yaitu multiuser dan single user. File-file skrip terkait dengan inisialisasi runlevel antara lain:

  • rc.0 –> Halt (runlevel 0)
  • rc.4 –> Multi User GUI (runlevel 4)
  • rc.6 –> Reboot (runlevel 6)
  • rc.K –> Single User (runlevel 1)
  • rc.M –> Multi User CLI (runlevel 2 dan 3) 

Secara default Slackware berjalan pada runlevel 2 dan 3. Runlevel startup default dapat diganti menjadi runlevel 1, 2, 3 atau 4 dengan cara mengedit file /etc/inittab. File skrip ini berisi tentang pada runlevel berapa Slackware melakukan inisialisasi runlevel startup serta bagaimanakah slackware akan melakukan shutdown, reboot dan halt.

Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Runlevel#Slackware_Linux

Cara menonaktifkan mysql, postgreesql, apache dan openssh

Tujuan kami menonaktfikan keempat service tersebut adalah menghemat resource komputer, , daripada service tersebut sia-sia berjalan karena tidak digunakan. Dan jika kita menginginkan salah satu atau lebih dari keempat service tersebut berjalan maka dapat kita lakukan secara manual. Dengan cara menjalankan perintah /etc/rc.d/rc.mysqld start, /etc/rc.d/rc.httpd start, /etc/rc.d/rc.postgresql start, dan /etc/rc.d/rc.sshd start di terminal.

Langkah-langkah menonaktifkan mysql, postgreesql, apache dan openssh adalah:

  •  Sebagai root / superuser edit file /etc/rc.d/rc.M.
  • Cari pada file tersebut, keyword rc.mysqld, rc.httpd, rc.postgresql.
# Start the MySQL database:
if [ -x /etc/rc.d/rc.mysqld ]; then
 . /etc/rc.d/rc.mysqld start
fi

# Start Apache web server:
if [ -x /etc/rc.d/rc.httpd ]; then
 . /etc/rc.d/rc.httpd start
fi

# Start PostgreSQL database:
if [ -x /etc/rc.d/rc.postgresql]; then
 . /etc/rc.d/rc.postgresql start
fi

berikan tanda komentar (#) pada awal baris teks ketiga service di atas. Maka skrip menjadi:

# Start the MySQL database:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.mysqld ]; then
# . /etc/rc.d/rc.mysqld start
#fi

# Start Apache web server:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.httpd ]; then
# . /etc/rc.d/rc.httpd start
#fi

# Start PostgreSQL database:
#if [ -x /etc/rc.d/rc.postgresql]; then
# . /etc/rc.d/rc.postgresql start
#fi
  • Simpan file.
  • Karena openssh termasuk jenis service jaringan, maka file yang perlu diedit adalah file /etc/rc.inet2.
# Start the OpenSSH SSH daemon:
if [ -x /etc/rc.d/rc.sshd ]; then
 echo "Starting OpenSSH SSH daemon: /usr/sbin/sshd"
 /etc/rc.d/rc.sshd start
fi

ubah menjadi:

# Start the OpenSSH SSH daemon:
# if [ -x /etc/rc.d/rc.sshd ]; then
# echo "Starting OpenSSH SSH #daemon: /usr/sbin/sshd"
# /etc/rc.d/rc.sshd start
#fi
  • Simpan file.
  • Lakukan ujicoba dengan cara restart komputer. Apakah keempat service tersebut masih berjalan saat startup.

 

Aktifkan fungsi Hibernate di Linux Slackware

Sering laptop kami tiba-tiba shutdown ketika baterainya habis, kemudian saya mencoba setting XFCE Power Manager, agar melakukan hibernate saat baterai tinggal 7%, dan setelah kami setting tidak berefek apapun, jika baterai tinggal 7% maka slackware langsung shutdown.

Jika ini dibiarkan bisa-bisa harddisk menjadi badsector dan membuang-buang waktu jika harus membuka semua aplikasi yang telah dibuka sebelumnya (sebelum shutdown). Maka analisa kami mengapa terjadi seperti ini? adalah: apakah fungsi hibernate slackware sudah diaktifkan? apakah laptop kami tidak mendukung hibernate ? (sepertinya yang ini tidak mungkin, karena di keyboard laptop ada tulisan zz) atau …. ?.

Xfce Power Manager

Gambar. Xfce Power Manager

Apakah fasilitas hibernate belum diaktifkan atau mungkin belum dikonfigurasi? jika Ya, bagaimana kah cara mengaktifkannya ? maka kami awali dengan “bismillah”, kemudian google, dan mencoba informasi yang telah kami temukan. Informasi-informasi tersebut kami kumpulkan, dan kami tulis langkah-langkah mengaktifkan hibernate di slackware sebagai berikut:

  • Jalankan terminal. Klik StartXfce > Accesories > Terminal
  • Di terminal/Konsole Login sebagai supervisor/root. Gunakan perintah:
$ su
  • Cek apakah Komputer mendukung hibernate, jalankan perintah:
# pm-is-supported --hibernate
  • Untuk mengetahui hasil perintah diatas, jalankan perintah:
# echo $? 

jika hasil sama dengan nol (0) maka OS anda mendukung hibernate dan sebaliknya jika hasil sama dengan satu (1) maka OS anda mendukung hibernate dan lakukan setting OSnya agar mendukung hibernate.

  • Ubah file setting bootloader (GRUB dan lilo).
  • Untuk Bootloader GRUB:
  • Cari tahu partisi swap, jalankan perintah:
# fdisk -l | grep swap 
  • Tambahkan pada file di /boot/grub/menu.lst baris sebagai berikut: (pada kasus kami, /dev/sda1 adalah partisi swap)
kernel /boot/vmlinuz root=/dev/sda5 ro quiet resume=/dev/sda1 
  • Restart komputer atau coba lakukan hibernate pada komputer
  • Selesai sampai disini setting bootloader GRUB, selanjutnya untuk setting OS dengan bootloader Lilo.
  • Untuk Bootloader Lilo (ini yang terjadi pada kasus kami):
  • Cari tahu partisi swap,
# fdisk -l | grep swap 
  • Tambahkan pada file di /etc/lilo.conf baris sebagai berikut: (pada kasus kami, /dev/sda1 adalah partisi swap)
 append = "resume=/dev/sda1"
  • Restart program lilo dengan cara ketikkan perintah diterminal:
# lilo
  • Restart komputer atau coba lakukan hibernate pada komputer
  • Selesai, langkah-langkah mengaktifkan hibernate di Linux Slackware walhamdulillah
  • Sekarang laptop slackware kami sudah bisa hibernate.

Cara mengetahui proses-proses yang akses harddisk sistem

yaitu dengan menggunakan software iotop, untuk Slackware dapat didownload melalui slackbuilds.org dan official web iotop di http://guichaz.free.fr/iotop/.

iotop is a Python program with a top-like UI used to show of behalf of which process is the I/O going on. Both CONFIG_TASKSTATS and CONFIG_TASK_IO_ACCOUNTING need to be enabled in your kernel config if you’re using a custom kernel (Slackware’s kernel does include both of those).

download dari slackbuilds.org

screenshot iotop di slackware 13.37

Multiple Screen di Linux, saya menggunakan Slackware

Secara default, linux terdiri dari satu buah screen atau GUI aktif saja, dan 4 buah virtual console active. Virtual Console di linux dapat diakses menggunakan tombol (Ctrl+Alt)+F1 atau F4, selain itu di virtual console dapat berpindah dari satu virtual console ke virtual console lainnya dengan menggunakan kombinasi Ctrl+Alt+F5. Secara default, default screen GUI Linux dapat diakses menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F7, semisal jika saya menekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F1, maka saya akan berpindah ke virtual console 1(tty1). Namun jika saya ingin kembali ke screen default (exp: fluxbox) maka saya bisa mengkombinasikan tombol Ctrl+Alt+F7, dan saya akan menemukan tampilan screen default kesayangan saya.

Virtual screen dapat diaktifkan lebih dari satu buah, sehingga seseorang bisa login lebih dari satu user berbeda/sama pada mode GUI. Seseorang juga bisa berpindah-pindah / aktif di antara active virtual screen dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+(F5=F8). Saat seseorang login di tty1 (virtual console 1), dengan cara menekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F1, maka akan keluar prompt login, masuk sebagai user yang diijinkan untuk menggunakan / login ke mesin tersebut. Masukkan username dan password dengan benar, kemudian jalankan perintah:

$ startx — :1

argumen terakhir perintah tersebut di atas (:1) adalah nomer screen yang akan digunakan oleh user tersebut. Pada mesin saya, perintah tersebut akan mengaktifkan virtual screen di Screen pertama, untuk berpindah kepadanya bisa menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F5. Jika ingin menuju ke virtual screen default maka bisa menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F7.

Multiple Screen sangat berguna bagi mereka yang ingin mempresentasikan documen pptnya, atau ingin mencoba program di environment Window managar dan window desktop yang berbeda.

Alhamdulillahil ladzi bini’matihi tatimush sholihat. Dan semoga bermanfaat postingnya Amiin.

Powered by Bleezer