Tag: waktu

Jangan menyia-nyiakan waktu

Saya melihat banyak sekali manusia yang mempergunakan waktu untuk hal-hal yang sangat tidak berguna. Malam yang begitu panjang mereka gunakan untuk membicarakan hal-hal yang sangat tidak berguna atau membaca tulisan-tulisan yang tak ada nilainya. Siang nan panjang justru digunakan untuk tidur. Kalaupun beraktifitas, di siang hari mereka hanya berjalan-jalan atau hanya berkeliling pasar.

Saya memandang mereka seperti orang-orang yang sedang berbincang-bincang di atas perahu, sedangkan perahu yang mereka tumpangi menyeret mereka entah ke mana, namun hal itu tidak disadari. Jarang sekali orang yang saya lihat paham akan makna kehidupan ini dan mempersiapkan bekal untuk menjalani perjalanan abadi. Keadaan manusia sungguh berbeda-beda. Perbedaan terjadi akibat perbedaan taraf ilmu dan wawasan yang mereka miliki.

Di antara manusia, orang-orang yang memiliki kesadaran akan makna hidup selalu mencari tahu dan memperbanyak bekal untuk perjalanannya yang abadi, hingga mereka memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Adapun yang lalai, mereka membawa bekal sekadarnya, atau mungkin keluar dari negerinya tanpa satu tempat bekal apapun. Alangkah banyaknya orang-orang yang berjalan dan telah melalui jalan yang panjang, namun tetap tidak beroleh bekal apa-apa.

Oleh sebab itu, pergunakanlah setiap detik umur Anda dan bersegeralah sebelum kesempatan itu lenyap. Carilah ilmu, carilah hikmah, berlombalah dengan waktu, lawanlah nafsu dan carilah bekal sebanyak-banyaknya. Tatkala semuanya telah terlambat, tak akan berguna lagi penyesalan bagi Anda.

— Shaidul Khathir
Imam Ibnul Jauzi

Iklan

PERHATIKANLAH NASEHAT ! 6 (ENAM) SIFAT ORANG YANG JAHIL/BODOH !

Al-Imam Muhammad bin Manshur Ath-Thusi (Imam Baghdad setelah Tabi’ut Tabi’in, wafat Syawal 254H) rahimahullah berkata:

“Ada 6 sifat tanda orang jahil:

BICARA tentang sesuatu yang TIDAK BERMANFAAT,

NASIHAT tidak pada tempat yang tepat,

Menyebarkan RAHASIA,

PERCAYA kepada siapapun,

MARAH dalam masalah yang sepele,

dan TIDAK MENGETAHUI mana teman dan mana lawan.”

(Shifatush Shafwah 2/398 karya Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah)

 

Semoga Bermanfaat ! Baarokallahufiikum.

Santai …

Janganlah merasa santai dalam memboroskan waktu karena merasa hidup Anda masih panjang.

Tugas Anda adalah berhasil semuda mungkin.

Orang yang santai saat muda karena berencana untuk bekerja keras saat tua, akan tetap bekerja keras sampai masa tua yang seharusnya sudah damai.

Anda masih muda, segar, kuat, dan berstamina baik sekarang; gunakanlah kemudaan Anda untuk bekerja keras.

Apakah cerdas, orang yang berencana untuk bekerja keras saat tua dan lemah?

Bekerja keras itu harus, jika tidak sekarang, nanti di masa tua yang renta.

Rajinlah, dan berhasillah semuda mungkin.

Mario Teguh

Pentingnya Waktu …

  • Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

Wahai anak Adam! Sesungguhnya kamu itu adalah seperti hari-hari, jika satu hari telah pergi, maka telah hilanglah sebagian dari dirimu.

  • Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah juga berkata :

Wahai anak Adam! Waktu siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah kepadanya, karena sesungguhnya jika kamu berbuat baik kepadanya, dia akan pergi dengan memujimu, dan jika kamu bersikap jelek padanya, maka dia akan pergi dalam keadaan mencelamu, demikian juga waktu malammu.

  • Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah juga berkata :

Dunia itu ada tiga hari: (1) Adapun kemarin, maka dia telah pergi dengan amalan-amalan yang kamu lakukan padanya, (2) adapun besok, mungkin saja kamu tidak akan menjumpainya lagi, (3) dan adapun hari ini, maka ini untukmu, maka beramallah pada saat itu juga.

  • Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

Tidaklah aku menyesal terhadap sesuatu sebagaimana menyesalku ketika pada hari yang matahari telah tenggelam sementara umurku berkurang padahal amalanku tidak bertambah pada hari itu.

  • Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Menyia-nyiakan waktu itu lebih buruk daripada kematian, karena menyia-nyiakan waktu itu memutuskan kamu dari Allah dan negeri akhirat, sementara kematian itu memutuskan kamu dari dunia dan penghuninya.

  • As-Suri bin Al-Muflis rahimahullah berkata:

Jika kamu merasa sedih karena hartamu berkurang, maka menangislah karena berkurangnya umurmu.